Alat Makan

Lapo Anak Menjual Alat Makan Untuk Bayi Dan Anak Dengan Kualitas Terbaik Harga Terjangkau.

3 Alat Makan Yang Paling Dibutuhkan Bayi

Peralatan Makan Untuk Bayi Kurang Dari 6 Bulan

Untuk bayi yang belum makan makanan padat dan jika Anda memutuskan untuk memberinya ASI, Bunda bisa  sediakan botol dan dot untuk ASI perah. Dengan begitu suami juga punya kesempatan untuk memberi makan bayi dan menjalin ikatan dengannya, selain itu Anda juga bisa beristirahat. Berikut perlengkapan yang perlu Anda sediakan untuk ASIP:

    • Alat steril botol.
    • 10 botol susu dan dot, ukuran 4 dan 8 ounce. Jika langsung dari botol, bayi akan minum sekitar 10 kali pada ukuran 4 ounce per hari.
    • Penghangat botol, mengurangi waktu di malam hari untuk mondar-mandir dari dan ke dapur.
    • Rak untuk mengeringkan botol.
    • Sikat botol.
    • 4 hingga 8 buah bib.
    • 2-4 empeng.
    • Lap cegukan.
  • High chair.

Peralatan Makan Untuk Bayi Lebih Dari 6 Bulan

Setelah si kecil mulai makan makanan padat, meski ia hanya mencicipi pisang yang dilumatkan untuk pertama kali atau mengaduk-ngaduk makan siangnya, Anda perlu menyediakan alat makan yang sesuai dengan kebutuhannya. Kemampuan makan anak akan berkembang seiring waktu, dan kemampuan si kecil untuk minum dari gelas serta memegang sendok atau garpu akan perlahan meningkat. Dengan begitu, Anda perlu memilih alat makan yang membantu tiap fase ini.

1. Gelas

Anak tidak terlahir dengan kemampuan minum dari gelas, mereka harus mempelajarinya. Banyak orang tua perlu sabar dan bereksperimen dengan banyak jenis sippy cup sebelum bayi terbiasa menggunakannya. Ketika mencoba mengajarkan bayi minum ASI atau susu formula dari gelas, atau mengurangi hal-hal yang bisa bikin berantakan saat memberi makan si kecil, gelas anti tumpah akan menyelamatkan Anda. Ditambah lagi, tampilan dengan warna cerah akan menarik bagi anak.

Ada dua hal yang harus dipertimbangakan ketika membeli gelas, yaitu kemudahan untuk menghisapnya dan apakah gelas mudah bocor atau tidak. Gelas dengan katup vakum di bagian atas tidak akan bocor, tapi anak harus berusaha lebih keras untuk minum. Gelas dengan sedotan memudahkan anak untuk minum tapi cenderung berceceran. Alternatif lain adalah menggunakan gelas dengan sedotan mencuat dan berpenutup, katup di sedotan menahan cairan kecuali jika dihisap anak, jadi cairan tidak akan tumpah meski gelas bergoyang keras. Banyak orangtua menggunakan gelas anti tumpah dimasa batita dan setelahnya, karena lebih rapih, mudah, dan menghindari berantakan di meja makan.

Bunda bisa memperkenalkan sippy cup pada bayi di awal usia 6 bulan. Jika si kecil sudah biasa menggunakan gelas, ini akan memudahkan anak beralih dari payudara atau botol susu. Ada bayi yang bisa segera terbiasa dengan penggunaan gelas hisap, sementara yang lain memerlukan waktu agak lama untuk bisa menggunakannya. Anda bisa coba beberapa tips berikut untuk memudahkan proses transisi ini:

    • Mulailah dengan menggunakan gelas hisap yang bercorong lembut dan mirip dengan puting susu ibu. Bayi Anda akan lebih mudah menggunakannya dibandingkan gelas hisap dengan corong yang terbuat dari material plastik yang keras.
    • Tunjukkan pada buah hati Anda bagaimana mengangkat, mengarahkan ke mulut, dan memiringkan gelas hisap untuk meminum isinya.
    • Jangan khawatir bila ia belum bisa menggunakannya dengan baik. Tunggu beberapa waktu hingga ia mampu menguasai teknik penggunaannya. Setidaknya ia akan senang menjadikan gelas hisap pemberian Anda sebagai mainan.
  • Gunakan beberapa model gelas hisap hingga Anda mendapat yang sesuai dengan si kecil. Anda bisa menawarkan gelas hisap dengan katup yang sangat efektif menjaga cairan tidak tumpah saat bayi Anda mencoba menggunakannya.

2. Alat Makan

Ketika bayi mulai makan makanan padat, Bunda perlu membelikannya piring. Alat makan untuk bayi dan anak kecil biasanya tahan lama dan berwarna cerah. Anda bisa mulai memberikan si kecil mangkok plastik ketika bayi sudah makan makanan padat, pada umur 4 hingga 6 bulan. Sebaiknya beli beberapa set di waktu bersamaan untuk persediaan.

Penggunaan sendok berujung lembut yang dirancang untuk bayi juga penting karena bisa membiasakan si kecil makan dari sendok dan pastinya terasa nyaman untuk gusi bayi yang lembut. Ada juga produk yang memiliki lapisan sensitif terhadap panas, sehingga bisa berubah warna sebagai penanda kalau makanan terlalu panas. Alat makan yang Bunda beli sebaiknya juga memiliki pegangan lebar atau melengkung agar mudah digenggam bayi.

Setelah usiany lebih dari 6 bulan, bayi biasanya ingin memegang sendoknya sendiri, jadi sediakan juga sendok untuknya. Si kecil membutuhkan beberapa bulan mengembangkan koordinasi tangannya untuk memindahkan makanan dari mangkok ke mulut dengan alat makan.

3. Aksesoris Alat Makan

Mulai dari penggiling makanan portabel untuk membuat makanan ketika bepergian, rak khusus untuk mengatur tempat makan bayi di lemari, hingga matras untuk melindungi lantai, semua aksesoris ini memudahkan Anda saat menyuapi si kecil. Tote bag dengan perekat juga bisa memudahkan Anda membawa cemilan atau makanan lain untuk dibawa saat bepergian. Tidak rugi kok membeli aksesoris-aksesoris tersebut karena Anda akan menggunakannya selama beberapa tahun ke depan.

Mensterilkan Alat Makan Bayi

Ada beberapa cara untuk mensterilkan alat makan bayi. Sterilisasi dengan alat listrik dan microwave jadi cara yang paling populer. Tapi ketika tidak ada akses listrik, gunakan metode tradisional, seperti mendidihkan alat makan dan atau mensterilisasi dengan air dingin. Berikut info lengkapnya:

A. Sterilisasi Dengan Microwave

Banyak jenis botol bayi yang bisa disterilisasi menggunakan microwave. Ini menjadi cara yang cepat dan mudah untuk mensterilkan alat makan, hanya perlu waktu sekitar 90 detik. Jika menggunakan metode ini, pastikan alat makan tidak tertutup agar tekanan tidak terbentuk di dalamnya.

B. Sterilisasi Dengan Uap Elektrik

Alat steril uap elektrik cepat dan efisien, dibutuhkan 8 hingga 12 menit, ditambah waktu pendinginan. Di alat ini botol susu tetap steril hingga 6 jam. Produk ini bisa menyimpan hingga 6 botol dan memiliki rak untuk bagian kecil seperti dot botol susu.

Pastikan botol, dot, dan alat makan lain ditempatkan dengan bagian terbuka menghadap ke bawah untuk sterilisasi maksimal. Perhatikan ya Bun, tidak semua alat makan aman diuap, contohnya ada beberapa bagian pompa ASI yang tidak bisa disteril dengan alat ini.

C. Sterilisasi Dengan Air Dingin

Cara ini memang tidak terlalu populer di Indonesia. Ternyata air dingin juga bisa digunakan untuk mensterilkan alat makan bayi. Caranya adalah dengan menggunakan larutan untuk sterilisasi di air dingin. Ini biasanya tersedia dalam bentuk tablet. Larutan ini bisa membunuh bakteri dengan sangat efektif. Tapi Anda harus mengganti larutan tiap 24 jam.

D. Sterilisasi Dengan Mendidihkan

Jika botol bayi aman untuk didihkan, Anda bisa mensterilkannya menggunakan metode ini. Anda perlu panci besar dan tutupnya. Jangan gunakan panci yang dipakai untuk keperluan lain selain mensterilkan alat makan bayi. Isi panci dengan air dan rendam semua alat makan. Pastikan tidak ada gelembung udara di dalam botol atau dot, lalu tutup panci, dan didihkan selama 10 menit. Tutup panci sampai alat makan akan digunakan. Jika sering menggunakan metode ini, periksa kondisi dot secara teratur. Pendidihan bisa merusak dot botol susu lebih cepat dibanding metode sterilisasi lain.

Tidak ada produk yang cocok dengan pilihan Anda.